Rabu, 01 Oktober 2014

SHARE ASKEP :)




Undip.png

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Nn.W DENGAN KASUS IRITASI LAMBUNG
Disusun untuk memenuhi Mata Kuliah Kebutuhan Biologis dan Fisiologis II
Dosen Pembimbing: Sarah Ulliya, S.Kp., M.Kes







Disusun oleh:
Niken Wulan Hasthi Murti
NIM: 22020113130066


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
JURUSAN KEPERAWATAN, FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2014









I.                   PENGKAJIAN
A.    IDENTITAS KLIEN
Nama                           : Nn.W
Usia / Tanggal lahir     : 18 tahun
Jenis Kelamin              : Perempuan
Suku/Bangsa               : jawa /Indonesia
Agama                         : Islam
Pekerjaan                     : Mahasiswa
Pendidikan                  : S1
Alamat                        : Jl. Mulawarman selatan Perum Permata Tembalang blok Ephorbia no.4
Diagnosa Kep :

B.     KELUHAN UTAMA
Pasien merasa mual, pusing sakit bagian perut. Sebelumnya pasien mengatakan telah melakukan perjalanan jauh pada pagi hari, sebelum klien berangkat klien meminum teh manis. Sesampai nya ditempat tujuan pasien kuliah perutnya terasa sangat nyeri dan tubuhnya lemas berkeringat.
C.     RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
-Riwayat keluhan utama:
pasien merasa tidak nyaman dengan yang dirasakan nyeri di ulu hati.
- upaya yang telah dilakukan  adalah:
mengkonsumsi obat yang dibeli di swalayan (promagh)
- Terapi/ operasi yang pernah dijalani: tidak ada( masuk terapi)
D.  RIWAYAT PENYAKIT TERDAHULU
-          Penyakit berat yang penah diderita
Pasien tidak pernah memiliki penyakit kronik atau akut
-          Obat–obatan  yang  biasa dikonsumsi
Tidak ada
-          Kebiasaan  pasien berobat
Pasien jarang melaporkan keluhannya ke puskesmas atau klinik terdekat
-          Alergi
Pasien tidak memiliki kebiasaan merokok atau mengkonsumsi alkohol
E . RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA
      Keluarga pasien pernah mengalami mengalami keluhan penyakit yang sama yaitu iritasi lambung.
Ny.S
Tn.D
Ny.K
Tn.W
                                                     
Ny.W
Ny.N
Ny.N
Tn.J
Ny.P
Ny.l
Ny.J
Ny.T
Tn.A
NN.W
An.H
An. A
 







Keterangan :
             : Wanita
: Pria
: Berhubungan keluarga
: tinggal satu rumah
: klien
F. PENGKAJIAN KEBUTUHAN DASAR
1. Kebutuhan  Aktivitas dan Latihan
   Sebelum sakit:
Klien dapat melakukan aktivitas secara mandiri, sehari-hari pasien beraktivitas sebagai seorang mahasiswa.
Selama sakit:
Klien klien dapat beraktifitas seperti biasa namun merasa tidak nyaman.
2.  Kebutuhan Hygine Intergritas Kulit
Hygine
Sebelum sakit
Selama sakit
Mandi
2 kali/hari
1 kali/hari
Keramas
3kali/minggu
2kali/minggu
Sikat gigi
2kali/hari
2kali/hari
Memotong kuku
2kali/minggu
1 kali/minggu
Berganti pakaian
2kali/hari
2kali/hari

3. Kebutuhan Istirahat Tidur

Sebelum sakit
Selama sakit
Tidur siang
-
-
Tidur malam
4-5 jam
3 jam tidur tidak nyenyak

4. Kebutuhan Nutrisi Cairan
- Makan

Sebelum sakit
Selama Sakit
Frekuensi
3-4 kali/ hari
2 kali/ hari
Jenis Menu
Nasi, sayur, lauk
Nasi, sayur, lauk
Yang paling disukai
-
-
Yang  tidak disukai
-
-
Alergi
-
-





-Minum

Sebelum sakit
Selama sakit
Intake
4 gelas/hari
8 gelas/ hari
Yang  paling disukai
Air mineral
-
Yang  tidak disukai
-
-
Alergi
-
-

-          Antopometri

Sebelum sakit
Sesudah sakit
Berat badan
57 kg
55 kg
Tinggi badan
164
164

5. Kebutuhan Oksigenasi
Sebelum sakit:
Pasien tidak memiliki riwayat gangguan pernafasan, kebutuhan oksigenasi tidak dibantu dengan alat bantu pernafasan.

Selama sakit:
Selama sakit pasien tidak mengalami gangguan pernafasan akut/kronik dan tidak menggunakan alat bantu pernafasan.

6. Kebutuhan Eliminasi
-          Eliminasi urine
Sebelum sakit, pasien tidak ,mengalami gangguan untuk eliminasi urine
Selama sakit frekuensi untuk eliminasi urine tetap.
-          Eliminasi fekal
Sebelum sakit dan selama sakit pasien tidak mengalami perubahan eliminasi.
7. Kebutuhan Presepsi Sensori Kognitif
Neusensori
Keterangan
Orientasi
Baik
Penampilan
Pasien terlihat terawatt dengan baik
Memori
Baik
Perilaku
Kooperatif
Komunikasi
Baik dan antusias
Konsentrasi
Baik
Kognitif
Baik


8. Kebutuhan Termoregulasi
Sebelum sakit:
Suhu tubuh pasien normal antara 36˚-36,5˚C
Selama sakit: 36˚C
9. Kebutuhan Konsep diri
     Gambaran diri         : pasien merasa sakit yang mengganggu aktivitas seharian, mengganggu kenyamanan yang sebelumnya dirasakan dan merasa kerepotan.
     Ideal diri                 : pasien tentunya ingin merasakan sediakala.
     Identitas diri           : pasien menyebutkan teman dekat yang membantu.
     Harga diri                : pasien mengatakan sakit nya tidak mempengaruhi perannya dilingkungan perkuliahan. juga tidakk mempengaruhi harga diri.
10. Kebutuhan Stres Koping
     Sebelum sakit          : pasien menghilangkan stressor yang dihadapinya dengan berenang
     Selama sakit            : pasien mengatakan pasien mengatakan tidak terdapat aktivitas koping yang dilakukannya karena pasien merasa malas untuk beraktivitas lebih
11. Kebutuhan Komunikasi-Informasi
     Pasien tidak mengeluh adanya gangguan komunikasi dan untuk mendapatkan
informasi, pasien mengatakan dapat mengakses informasi dari internet dan televise
12. Kebutuhan Rekreasi
Sebelum sakit           : pasien melakukan rekreasi bersama teman-temannya sebulan sekitaran 2 kali.
Selama sakit             : hiburan yang dapat dirasakan pasien yaitu bermain handphone

G. PEMERIKSAAN FISIK
    
1.    Keadaan Umum : klien terlihat meringis
2.      Tanda- tanda Vital
Suhu             : 37,5oC
HT                : 85/menit
TD                : 70/60 mmHg
RR               : 24 kali/menit
3.      Mata     : mata pasien bersih tidak ada kotoran
4.      Hidung : tidak dapat nyeri saat ditekaan. Tidak ada secret yang mengganggu pernafasan.
5.      Mulut    : mukosa bibir normal, lidah tampak pucat
6.      Telinga : tidak dapat nyeri tekan pada telinga. Pendengaran pasien normal
7.      Leher    : terlihat normal, tidak ada pembesaran
8.      Abdomen          : terdapat nyeri tekan pada ulu hati.
9.      Kepala : tidak terdapat benjolan, rambut: normal tidak berketombe
10.  Terapi    : tidak ada

II.                ANALISA DATA

NO
Hari/ tanggal
Data focus
Masalah
Etiologi
Diagnosis
TTD
1
Jumat, 16 Mei 2014











DS:
-         Pasien mengatakan merasa mual dan pusing
-         P: Klien mengeluh nyeri saat beraktifitas, nyeri berkurang saat pasien duduk
-         Q: -
-         R: Daerah sekitar ulu hati
-         S: -
-         T: Pasien mengatakan nyeri bertambah ketika pasien berjalan.
DO:
-       Pasien tampak memegangi perutnya
-       Pasien tampak meringis kesakitan
-       Pasien tampak gelisah.
Nyeri
Iritasi lambung dikarenakan peningkatan asam lambung
Nyeri berhubungan dengan iritasi lambung dikarenakan peningkatan asam lambung

2
Jumat, 16 Mei 2014

DS:
-       Pasien mengatakan aktivitas sehari-harinya terganggu
-       Klien mengatakan merasa tidak nyaman,
DO: 
-       Klien terlihat lemas dan pucat.

  Kelemahan umum
Intoleran aktifitas (00092)
Intoleran aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum

3











4.








Jumat, 16 Mei 2014






Jumat, 16 Mei 2014


DS:
-         Pasien mengatakan tidur nya terganggu karena nyeri.
DO:
-            Mata pasien terlihat hitam.
-            Wajah klien tampak lesu
DS:
-            Klien mengatakan kurag nafsu makan

DO:



Insomia






Kurang minat pada makanan
Ketidak nyaman fisik (nyeri)





Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
Insomia berhubungan denganke tidak nyamanan fisik (nyeri)




Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kurang minat makanan









Prioritas masalah:
1.      Nyeri berhubungan dengan iritasi lambung karena naiknya asam lambung
2.      Insomnia berhubungan dengan ke tidak nyamanan fisik (nyeri)
3.       
III.             INTERVENSI

NO. DX
Tujuan
Intervensi
Rasionalitas
1
Setelah dilakukan tindakan keperawatan dalam waktu 2x24 jam diharapkan klien tidak merasakan nyeri dengan criteria hasil:
-       Keadaan pasien kembali normal
-          Pasien mampu mengetahui hal yang dapat  mengurangi rasa   nyeri
-          Pasien dapat mengatasi rasa nyeri saat nyeri tiba-tiba.
Pain Management
1.      Lakukan pengkajian nyeri PQRST.
2.      Menetapkan pengaruh yang kuat dari pengalaman nyeri sebagai kualitas  hidup (misal, tidur,nafsu makan, aktivitas,kesadaran,suasana hati, hubungan, pertunjukan pekerjaan dan aturan tanggung jawab ).
3.      Menetapkan pengaruh yang kuat dari pengalaman nyeri sebagai kualitas  hidup (misal, tidur,nafsu makan, aktivitas,kesadaran,suasana hati, hubungan, pertunjukan pekerjaan dan aturan tanggung jawab ).
4.      Eksplorasi dengan pasien faktor yang menambah/ memperburuk nyeri.
5.      Menyediakan informasi tentang nyeri ,seperti penyebab nyeri , berapa lama kan berakhir, dan antisipasi ketidaknyamanan
6.      Mengurangi atau mengeliminasi faktor yang mempercepat atau meningkatkan pengalaman nyeri (misal, takut, kelelahan , sifat yang membosankan  dan kekurangan pengetahuan).
7.      Mengajarkan penggunaan teknik nonfarmakologi (misal, biofeedback,TENS, hypnosis,relaksasi, guided imaginery,terapi musik,distraksi,terapi bermain,terapi aktivitas,acupressure, aplikasi panas/ dingin,dan pijat/messase) sebelum, setelah,dan ,jika mungkin , selama aktivitas nyeri ; sebelum nyeri terjadi atau meningkat; dan berhubungan  dengan ukuran keringanan nyeri lain.


1.    Untuk mengetahui apa yang menyebabkan ketidaknyamanan pada klien
2.        Agar klien nyaman dalam mengungkapkan
3.        Agar klien nyaman dalam mengungkapkan
4.        Untuk mengetahui budaya yang biasa dilakukan klien saat nyeri
5.    Agar mengetahui nyeri masa lampau dan dapat menilai atau mengukur sehingga perawat dan tim kesehatan lain dapat menangani nyeri yang dirasakan klien
6.  Untuk mengurangi rasa ketidaknyamanan klien
7.    Mengurangi nyeri pada klien dan agar tidak ketergantungan obat
















2



































3
Setelah dilakukan pengkajian 2x24 jam klien diharapakan dapt tidur nyenyak, dengan criteria hasil sebagai berikut:
-      Jumlah jam tidur tidak terganggu
-  Tidak ada masalah dengn pola, kualitas dan rutinitas tidur
-  Mengurangi kantung mata dan lingkaran hitam disekitar mata
-  tekanan darah klien stabil
-  klien tidak merasa pusing lagi karena kurang tidur
























Setelah melakukan pengkajian 2x24jam klien diharapkan tidak tampak lemas dan pucat lagi dengan criteria hasil
-     nafsu makan klien bertambah
-     berat badan klien stabil kembali

a.    Sleep enhancement
1.      Menginstruksikan kepada klien untuk memantau pola tidur
2.      Memantau pola tidur pasien dan jumlah jam tidur pasien.
3.      Memantau keterlibatan tingkat kelelahan/ aktivitas selama waktu bangun untuk mencegah kelelahan yang berlebihan.
4.      Mengatur lingkungan (contohnya cahaya, keramaian, temperature dan tempat tidur) untuk meningkatkan tidur.
5.      Menginstruksi pasien cara melakukan relaksasi otot atau bentuk non farmakologis atau yang lain untuk memudahkan tidur.
6.      Mengimplementasi control kenyamanan dari pijatan, posisi, dan sentuhan afektif.
7.      Menginstruksi pasien dan kerabat tentang factor (contonya fisiologi, psikologi, gaya hidup, dll) yang memberikan gangguan kepada tidur..
8.      Mengatur stimulus lingkungan  untuk menjaga siklus tidur siang dan malam.
9.      Berdiskusi dengan klien dan keluarga tentang teknik peningkatan tidur.
NUTRITION MANAGEMENT
1.      Menanyakan apabila pasien memiliki alergi makanan
2.      Mendorong ketepatan asupan kalori untuk tipe tubuh dan gaya hidup.
3.      Mendorong peningkatan asupan zat besi, dengan tepat.
4.      Menawarkan panganan (misal sering minum, buah segar/ jus segar), dengan tepat.
5.      Menyediakan pengganti gula, dengan tepat.
6.      Memastikan bahwa diet memasukkan makanan berserat tinggi untuk mencegah konstipasi.
7.      Menawarkan rempah sebagai pengganti garam.
8.      Menyediakan makanan dengan protein tinggi, kalori tinggi, bernutisi untuk pasien yang siap dikonsumsi, dengan tepat.
9.      Menyediakan pilihan makanan.
10.  Mangatur pola diet pasien, dengan tepat.
11.  Mengajarkan kepada pasien bagaiman menjaga diary makanan, jika diperlukan.
12.  Monitor catatan asupan mengenai kandungan gizi dan kalori.
13.  Menimbang pasien dengan jarak waktu yang tepat.
14.  Menyediakan informasi yang tepat mengenai kebutuhan nutrisi dan bagaimana cara memenuhinya.

1.    Supaya klien mengetahui dan tidak shock akibat medikasi terhadap pola tidur
2.      Agar klien mengerti pentingnya tidur yang adekuat
3.      Agar kualitas tidur klien bisa lebih baik
4.      Agar klien merasa nyaman sehingga tidak menurunkan kualitas tidur klien
5.      Agar klien dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur
6.      Agar mengetahui bagaimana kondisi dan kualitas tidur klien
7.      Agar waktu antara pemenuhan kebutuhan nutrisi dan tidur terorganisir


















IV.             IMPLEMENTASI
NO.DX
Hari/tanggal/ Jam
Tindakan
Respons
TTD
1















1







1





1
















Jumat, 16 Mei 2014
14.00


1.    Lakukan pengkajian nyeri PQRST.














2.    Eksplorasi dengan pasien faktor yang menambah/ memperburuk nyeri.




3.    Mengkaji pengalaman nyeri masa lampau




4.    Mengajarkan klien teknik non farmakologi

5.     Mengimplementasi control kenyamanan dari pijatan, posisi, dan sentuhan afektif.
6.    Mengeksplor Menginstruksi pasien dan kerabat tentang factor (contonya fisiologi, psikologi, gaya hidup, dll) yang memberikan gangguan kepada tidur..


DS:
-       Klien mengeluh nyeri di bagian abdomen atas
P: nyeri disebabkan oleh iritasi lambung
Q: terasa perih dan tajam
R: Diabdomen atas dekat ulu hati
S: Skala Nyeri 6
T: Nyeri datang ketika klien mulai beraktifitas
DO:
-  Klien tampak pucat dan memegangi perutnya
DS:
-  Klien mengatakan nyeri bertambah ketika bergerak
DO :
-  Klien tampak memegangi perut saat berjalan.
DS:
-  Klien mengatakan pernah mengalami hal sama
DO: -
DS:
-       Klien mengatakan iya
DO:
-       Klien telah mencoba
DS:
-       Klien telah mengatakan bersedia
DO: -
DS:
-       Klien mengatakan tidurnya terganggu karena rasa nyeri
DO: -

2










3







3



1



2







Sabtu 17 Mei 2014
Jam 19.00
1.      Melakukan pengkajian keluhan pada klien









2.    Mengkaji asupan nutrisi pada klien





3.    Menanyakan apakah ada alergi pada makanan

4.    Mengajarkan klien teknik non farmakologi


5.     Mengimplementasi control kenyamanan dari pijatan, posisi, dan sentuhan afektif.



6.    Melakukan pengkajian nyeri


DS:
-       Klien mengatakan tidur tidak nyenyak sering terbangun
DO:
-       Klien tampak lemas dn di area mata terdapat kantung mata yang berwarna hitam



DS:
-       Klien mengatakan tidak nafsu untuk makan karena merasa perih dan mual
DO:
-       Klien nampak lemas
DS:
-       Klien mengatakan ada
DO:-

DS:
-       Klien mengatakan bersedia

DS:
-       Klien mengatakan bersedia
DO:
-       Klien membaringkan tubuhnya ke posisi nyaman
DS:
Klien mengatakan nyeri
P: Nyeri disebabkan iritasi lambung
Q: Terasa perih dan tajam
R: Abdomen bagian atas
S: Skala 4
T: saat klien beraktivitas



V.              EVALUASI
NO
Hari/tanggal
Evaluasi
TTD
1




2






Jumat 16 Mei 2014
14.00


Sabtu 17 Mei 2014
19.00
Dx.1
S: Klien mengeluh pada skala 6
O: Klien tampak meringis
A: masalah belum teratasi
P: Lanjutkan semua intervensi
Dx.1
-  S: Klien mengeluhkan nyeri pada skala 4
-  O: Klien tampak sedikit meringis
-  A: Masalah belum teratasi
-  P: Lanjutkan intervensi
Dx.2
-  S: Klien Mengeluh kurang tidur
-  O: Wajah klien tampak ada kantung mata berwarna hitam
-  A: Masalah belum teratasi
-  P: Lanjutkan semua intevensi




 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar